Minggu, 01 Desember 2019

LANGKAH INDONESIA UNTUK MENJADI KANDIDAT EKSTERNAL AUDITOR IMO





London- Dalam sidang IMO (internasional maritime organization) indonesia, Italia dan Inggris menjadi kandidat eksternal  IMO atau Organisasi Maritim Internasional untuk periode 2020 - 2023. Sidang ini di gelar di markas besar IMO di London, Inggris (28/11).

Agus menjelaskan, bahwa Indonesia mengusulkan BPK kepada IMO untuk menjadi External Auditor berdasarkan pengalaman bergengsi BPK menjadi Auditor Eksternal bagi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada periode 2016-2018, 2018-2019, dan 2019-2021.

“Indonesia menominasikan BPK untuk menjadi external auditor IMO yang siap berkomitmen untuk memberikan jasa audit yang berkualitas tinggi dan cost-efficient bagi IMO,” ujar Wakil Ketua BPK, DR. Agus Joko Pramono di sela acara coffee break IMO yang disponsori oleh BPK RI hari ini (28/11).

Keseriusan Indonesia mencalonan BPK sebagai External Auditor IMO periode 2020 - 2023 terlihat dengan adanya serangkaian kegiatan baik nasional maupun internasional dimulai dengan  melakukan lobi di berbagai kesempatan seperti Resepsi Diplomatik di Jakarta dan London serta Coffee Break yang dilakukan di sela-sela penyelenggaraan Sidang IMO di London, Inggris.

"Jika nanti BPK menjadi External Auditor IMO maka tentunya menunjukan eksistensi Indonesia dalam kancah maritim internasional yang diperhitungkan oleh negara-negara maritim di dunia," Agus.

Adapun pengajuan BPK sebagai Eksternal Auditor IMO ini selain untuk menunjukkan profesionalitas sekaligus untuk mendukung politik bebas aktif Indonesia.

“Apabila terpilih, selain mengaudit IMO, BPK juga akan mengaudit institusi pendidikan di bawah IMO, yakni WMU dan IMLI,” ungkapnya.